Salep Mata Hidrokortison Asetat 1,12%

April 28, 2010 selfitridewi

INDIKASI
Obat salep mata Hidrokortison Asetat 1,12% diindikasikan untuk:
-Inflamasi pada bagian palpebrae dan bulbar konjungtiva
-Inflamasi pada kornea
-Inflamasi pada bagian depan bola mata

Anatomi Mata

CARA PEMAKAIAN
Cara pemakaian salep mata ini adalah dengan mengoleskan salep tipis dan perlahan pada kelopak mata bagian bawah 1-4x sehari sesuai petunjuk dokter. Bila radang telah membaik, maka frekuensi pemakaian harus diturunkan. Frekuensi pemakaian diturunkan karena hidorkortison asetat termasuk obat golongan steroid, dimana steroid merupakan hormon endogen yang sekresinya akan berkurang sebagai feedback negatif ketika hidrokortison asetat dikonsumsi.

MEKANISME KERJA
Mekanisme kerja antiinflamasi dari salep mata Hidrokortison Asetat adalah sebaagai berikut:
-Menstabilkan membran lisosomal leukosit
-Mencegah pelepasan asam hidrolase yang destruktif dari leukosit
-Mencegah berkumpulnya makrofag pada area yang mengalami inflamasi
-Menurunkan adeshi leukosit pada endotelium kapilari
-Menurunkan permeabilitas dinding kapilari dan pembentukan edema
-Menurunkan komponen komplemen
-Antagonis aktivitas histamin dan pelepasan kinin dari substrat
-Menurunkan proliferasi fibroblast, deposit kolagen, dan selanjutnya pembentukan jaringan skar

EFEK SAMPING DAN PENANGANANNYA
-Efek samping yang sering dijumpai: alergi pada kulit, infeksi sekunder glaukoma. Penanganannya: Untuk alergi pada kulit,hentikan penggunaan salep mata hidrokortison asetat, berikan obat anti alergi. Untuk infeksi sekunder glaukoma,berikan antibiotik yang cocok untuk mata misalnya oksitetrasiklin
-Efek samping yang jarang dijumpai: mata merah, mata berair, rasa terbakar, dan tersengat. Penanganannya: hentikan pemakaian .

KONTRAINDIKASI
Penggunaan salep mata Hidrokortison Asetat dikontraindikasikan pada penderita:
-Yang hipersensitif terhadap kortikosteroid
-Yang mengalami infeksi pada daerah aplikasi salep mata. Hal ini disebabkan obat golongan kortikosteroid dapat menurunkan daya tahan tubuuh terhadap infeksi bakteri, jamur, dan virus. Penggunaan Hidrokortison Asetat pada kondisi tersebut dapat memperparah infeksi yang ada dan memicu infeksi sekunder.

TOKSISITAS
-Penggunaan steroid pada pasien dengan riwayat keluarga (+) glaukoma dapat meningkatkan secara signifikan faktor risiko infeksi sekunder glaukoma
-Bila overdosis dapat menyebabkan hypercortism kronis

INTERAKSI OBAT
Hidrokortison Asetat berinteraksi dengan:
-Antiglaukoma. Karena dapat meningkatkan tekanan intra okular dan menurunkan efek antiglaukoma
-Antikolinergik. Karena dapat meningkatkan risiko hipertensi intraokular pada penggunaan yang lama

PERINGATAN DAN PERHATIAN
-Pasien yang menerima kosrtikosteroid dalam dosis besar dan diaplikasikan pada daerah yang luas harus melakukan pengecekan supresi axis HPA (Hypothalamic-Pituitari-Adrenal) secara periodik
-Penggunaan pada wanita hamil dan menyusui
-Anak-anak dibawah usia dua tahun
-Pasien yang sedang mengalami terapi immunosuppresive
-Jangan menggunakan lensa kontak

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

April 2010
S S R K J S M
    Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: