Curahan Hati

Mei 13, 2010 selfitridewi

Alhamdulillah…aku lulus sampai ujian tahap 3 tanpa peringatan sama sekali 🙂
Sebelum curhat tentang ujian, aku mw bilang makasih2 dulu…
Yang pertama…untuk Dia…yang selalu menjadi sandaran hatiku…Tuhan yang amat aku cinta…Allah SWT

Yang kedua…untuk kedua orang tuaku tersayang…Bapak dan Ibuku…kalian takkan pernah terganti…

Yang ketiga..untuk papuk..kakak2… ipar2..adik2..sepupu2…pakde2…bude2…tante2…om2…mamik2…nak rari2..nak tuan2..keponakan2……sapa lagi ya??? yg jelas semua keluarga besarku deh…

Yang ke empat…untuk teman2ku…esp. Amirah, Sella, Anny, Niken, Arif…makasih ya sudah menemaniku dimasa2 sulit ini… :)  Juga untuk geng steril: muthe, nurlin, ica, tendy, pur, uti, erik…thx banget ya kerjasamanya…sumpeh lo…gw terharu waktu diprioritasin masuk ke dalam white area….trus ada shinta yang senantiasa membimbingku tentang ujian lab salep mata….. juga untuk geng belajar bareng: nenden (ibu negara….hehe), ica (lagi..), petot, tita, hasna, dini, niken, fenny, grace kuadrat, oon, terus…teman bermainku….Erlin ….teman-teman yang senantiasa mensupprot aku: linda, nelly, cegi, dian, elda dan teman2 lain yang gak bisa disebutin satu persatu…

Yang ke lima untuk semua guru2k..dosen2ku..beserta seluruh pegawai sekolah farmasi ITB esp. Bu Cici, Bu Ani, n Pak Andri

Yang keenam untuk para saksi bisu…..kamarku,meja belajarku,laptopku, dompetku…(hehe…maaf selalu mengurasmu), buku2ku: AHFS, GG, Florey, doooohhhh banyak pisan..males ngetiknya…(dan pasti kalian juga malas membacanya =p)

Terakhir…terimakasih kepada kalian yang bersedia meluangkan waktu membaca curhatan ini..

Semuanya di mulai pada hari itu…Selasa,30 Maret 2010

Aku ke kampus mengenakan kemeja berwarna cream dan celana hitam. salah satu kostum terbaik yang aku punya. Menurut beberapa orang, penampilan itu penting untuk membuat kita percaya diri dan tenang saat ujian. Ujian berlangsung di Lab. Kemoterapi lt.3. Sekitar pukul 07.30 peserta dipersilahkan masuk, lalu dilakukan pengundian soal. Sama sekali nggak pernah ada feeling..bahwa aku akan berjodoh dengan Soal: Salep Mata Hidrokortison Asetat. Satu hal yg langsung ada dibenakku saat itu adalah..”bakal ujian lab di steril”  whew…pede bener bakal lulus ujian 1 ya…padahal ngerjain juga blom..hohoho…

Sekitar pukul 08.00 ujian dimulai. Hal pertama yang dilakukan setelah mendapat soal adalah membuat marker pada buku2 yang ada di meja. Sekitar 08.20 kelompokku dapet giliran buat markerin buku-buku di lajur. Buku-buku di lajur ini adalah buku-buku essential yang dipinjemin perpus. Tujuan disediakannya buku lajur ini adalah agar fotocopy buku berlangsung tertib. Mekanisme sistem lajur adalah sebagai berikut.  Ada 10 buah buku lajur. Antara lain: AHFS,USP,BP,EP,Drug Fact, Martindale,Florey,USPDI, Merck Index, dan International Pharmacopea. Mekanisme buku lajur adalah sebagai berikut. Setiap 10 orang peserta berdiri di depan tiap buku untuk memberi marker pada halaman yang berisi informasi zat akti soal. Tiap orang diberi waktu 1,5 menit untuk memberi marker. Setelah itu tiap peserta harus bergeser untuk memberi marker pada buku berikutnya. Hal yang penting pada sistem lajur ini adalah:

  • Mempersiapkan marker yang akan dipakai untuk menandai halaman di buku lajur.Marker yang dimaksud disini adalah label berwarna-warni yang biasanya terdiri dari 5 warna berbeda untuk bidang formulasi, analisis,monografi,farmakologi, dan soal jackpot. Biasanya marker ini disediakan secara kolektif oleh kepanitiaan yang dibuat peserta ujian. Informasi yang ada didalam marker antara lain: no. meja, nama, nama soal, nama buku, dan halaman. Sehari sebelum ujian kalian akan dapet daftar buku lajur, jadi begitu dah tau daftar dan urutannya, langsung tulis judul no. meja, nama, nama soal, dan nama buku di marker tersebut. Halamannya diisi pada saat ujian (ketika sistem lajur berlangsung)
  • Untuk Merc Index, yang diliat bukan halamannya, tapi nomor urut senyawa aktif kalian dibuku itu. Kalau bingung, coba aja  buka Merck Indexnya. Terus ada satu buku lagi yang indexnya didepan, tapi lupa buku apa. Coba cek lagi aja.
  • Orang yang terakhir memberi marker harus membawa buku ke fotocopyan untuk dicopy sesuai pesanan pada marker

Setelah itu peserta kembali ke tempat duduk dan nunggu fotocopyan buku2 lajur tadi dianter ke meja. Lanjutkan pengerjaan  menggunakan buku-buku di meja dulu.

Urutan pengerjaan biar cepet: undang-undang,monografi, farmol, evaluasi sediaan,analisis,formulasi.

Istirahat makan siang jam 12, diskusi tentang kekuatan sediaan dan metode sterilisasi yang akan digunakan. Karena zat aktif tahan pemanasan sampai 220 derajat, maka zat aktif disterilisasi dengan oven, begitu juga dengan basis.

Selama ujian pustaka, yang agak sulit bagian farmakologinya. Soalnya aku nggak begitu ngerti anatomi mata.  Trus masalah dosis, sebenernya bisa dipake Hidrocortison Acetate 1 %, tapi waktu malem ujian nggak nemu. Nemunya yang  1,12%. Dibagian analisis juga ada kesulitan waktu nentuin karbon kiralnya.

Kira-kira seperti itu ujian pustakanya…skrg lanjut ke ujian laboratorium

Seperti yang sudah diduga…aku dapet ujian di laboratorium steril. Hal yang penting untuk ujian di lab steril adalah:

  • Buat juknis.
  • Buat daftar alat dan bahan. Kalo bisa sebelum pengumuman ujian kelulusan, udah diperkirakan alat dan bahan yang dibutuhkan. Masalah setelah itu kalian lulus atw nggak, itu urusan belakangan. Setidaknya, kalau kalian lulus persiapan kalian bisa lebih cepat dan lebih baik. Pada ujian ini daftar alat dan bahan yang dibutuhkan untuk masing-masing peserta disuruh langsung dikumpulkan sehari setelah pengumuman kelulusan ujian penelusuran pustaka. Jangan lupa seseuaikan jumlah sediaan yang akan kalian buat dengan wadah yang tersedia. Kalau wadah yang tersedia kurang besar, kalian bisa bagi produk kalian jadi dua lot. Tapi harus minta di acc sama pengawas.
  • Kekompakan. Alhamdulillah peserta ujian steril pada ujian ini lulus semua. Itu semua nggak lepas dari kekompakan antar peserta. Jangan ada yang egois.
  • Lakukan uji sterilitas. Evaluasi uji sterilitas ini besar bobot penilaiannya. Jangan sampai nggak melakukan uji ini.Jangan lupa untuk sediaan yang menggunakan pengawet, harus melakukan preparasi sampel.
  • Berdoa. Percayalah kekuatan sebuah doa🙂

Lulus ujian laboratorium…selanjutnya Sidang Akhir Apoteker….Horraaayyy!!!

Ujian ini berlangsung selama 45 menit. Jumlah penguji gak sama ditiap ruangan. Kalau diruanganku..hmm.. ada sekitar 10 orang. Dosen biasanya nggak bertanya. Tapi ada juga yang suka bertanya. Misalny Pak Komar dan Pak Yeyet.Pertanyaan-pertanyaannya aplikatif banget. Berikut ini list pertanyaannya:

  • Apotek:
    • apa saja hal yang harus dipertimbangkan saat akan membuat apotek.
    • apa yang akan saudara lakukan untuk membedakan apotek saudara dengan apotek lainnya.
    • Bagaimana penjelasan apoteker kepada pasien mengenai cara pemakaian obat salep mata
  • Rumah sakit:
  • Apa saja kegiatan apoteker dirumah sakit
  • Apa itu EPO
  • Industri:
    • Persyaratan ruang steril
    • Kenapa ukuran partikel ruang steril hanya dipersyaratkan untuk partikel ukuran 0.5-5 mikro
    • Apa saja yang dipelajari di industri
    • Apa wewenang apoteker di industri
    • Alur produksi di industri
  • Regulasi:
    • Penggolongan obat berdasarkan keamanan penggunaannya
    • Penandaan pada masing-masing golongan

Kurang lebih itu aja yang penting…siapapun yang membaca jurnal ini..semoga sukses ya..🙂

Entry Filed under: Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Mei 2010
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: